INDONESIA KU

Alat Utama Sistem Senjata semua mantra Tentara Nasional Indonesia Menuju MEF (minimum essential forces)

Rabu, 03 Oktober 2012

Indonesia Memerlukan Cyber Army


Jakarta – Serangan melalui dunia maya tanpa harus menghadirkan kekuatan militer secara fisik di negara lawan, telah menjadi trend baru dalam perang modern di abad-21. Karenanya, Indonesia perlu mempersiapkan kekuatan cyber army atau prajurit cyber yang terdiri dari individu-individu terampil serta ahli dalam cyber warfare, yang dituangkan dalam konsep Pembangunan National Cyber Defense, sebagai garda terdepan dalam menjawab tantangan perang informasi.
Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Purnomo Yusgiantoro pada sambutan sekaligus membuka secara resmi Sarasehan National Cyber Defense, di Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Jakarta, Selasa (2/10).
Dengan terbentuknya National Cyber Defense, kata Menhan melanjutkan sambutannya, pembangunan kapasitas nasional dalam rangka meningkatkan ketahanan nasional terhadap berbagai ancaman dari dunia cyber akan dapat lebih ditingkatkan. Namun di sisi lain, pembangunan infrastruktur perlu juga segera direalisasikan secara terintegrasi, khususnya pembangunan di lingkungan Kemhan RI dan TNI.
Hal itu juga diharapkan sebagai modal dasar dalam rangka penyiapan konsep dan pembangunan awal atau Back Bound Cyber Defense yang komprehensif, mengingat sejauh ini pembangunan konsep Cyber Defense masih bersifat sektoral atau belum menyeluruh sebagai satu kesatuan National Cyber Defense.
Senada dengan pernyataan Menhan, Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Dr. Syarifudin Tippe, M.Si menyampaikan dalam laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan, bahwa penyelenggaraaan acara Sarasehan National Cyber Defense merupakan refleksi kekuatiran pada tataran operasional akan ancaman dunia cyber. Sehingga, kondisi tersebut merupakan satu konteks kekinian yang tidak harus dianggap sebagai persoalan biasa, karena dalam era informasi segala perubahan terjadi secepat kedipan mata.
Sarasehan yang berlangsung sehari dan diikuti peserta dari Kemhan, Mabes TNI, Angkatan serta instansi lain yang terkait, mengambil tema Implementasi Sistem Informasi Pertahanan Negara (Sisinfohanneg) Menuju Perwujudan National Cyber Defense. Dengan menghadirkan sejumlah nara sumber dari kalangan praktisi maupun akademisi, antara lain dari Kemenkopolhukam yang mengetengahkan materi tentang Organisasi Cyber Nasional, kemudian BPPT tentang Konsep Grand Design Sisinfohanneg, Kominfo tentang Standar ISO mengenai TIK yang Berlaku Saat Ini serta dari Puster AD yang menyampaikan topik mengenai Kebutuhan Minimal Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Cyber Defense

Sumber: dikutip Garuda Meliter

Sukhoi Absen Di Perayaan HUT TNI 67

JAKARTA-(IDB) : Memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-67 pada 5 Oktober nanti, pesawat tempur Sukhoi tidak akan melakukan atraksi. "Kali ini saya ingin hanya melaporkan pesawat-pesawat yang baru datang," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dalam konferensi pers, seusai geladi bersih HUT TNI di Lapangan Terbang Halim Perdanakusuma, Rabu, 3 Oktober 2012.

Pesawat baru yang akan melakukan atraksi adalah CN 295 dan Super Tucano. Agus mengatakan, pesawat CN 295 yang didatangkan dari Spanyol itu bahkan baru tiba di Halim Perdanakusuma hari ini. Serah-terima pesawat CN 295 dari Kementerian Pertahanan kepada TNI Angkatan Udara pun baru akan dilakukan besok, Kamis, 4 Oktober 2012.

Untuk jenis pesawat Super Tucano, Agus menjelaskan, satu pesawat sudah digunakan untuk geladi bersih. Pada hari peringatan nanti, diharapkan pihaknya akan menerbangkan empat pesawat yang didatangkan dari Brasil itu.


Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Imam Sufaat mengakui jam terbang penerbang TNI untuk Super Tucano masih minim. Namun, kata dia, ada instruktur dari Brasil yang masih bertanggung jawab untuk mendidik para penerbangTNI. »Dalam proses itu, mereka akan ikut juga,” kata Imam. Rencananya, empat buah Super Tucano akan melakukan fly pass.
Sumber : Tempo

Panglima TNI : Indonesia Butuh 10 Sampai 12 Kapal Selam


JAKARTA-(IDB) : Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan 10 sampai 12 kapal selam untuk mencegah potensi gangguan keamanan laut. Diharapkan target pemenuhan kapal selam dapat rampung sebelum tahun 2024.

"Diharapkan sebelum 2024 target itu dapat terpenuhi," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dalam jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Alasan Indonesia membutuhkan kapal selam, lanjut Agus, karena Indonesia berkewajiban menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah maritim. Salah satunya, Indonesia harus berperan aktif dalam menjaga keamanan di Laut Cina Selatan.

"Konflik laut Cina Selatan memang bukan masalah kita. Tapi, kalau ada sesuatu di sana maka akan berdampak ke kita. Untuk itulah kita perlukan," jelas Agus.

"Selain itu, kapal selam juga diperlukan untuk menjaga daerah perbatasan laut Indonesia," sambungnya.

Panglima menambahkan, saat ini Indonesia hanya memiliki 2 kapal selam dan akan hadir 3 kapal selam tambahan dari Korea Selatan. Kapal selam asal negeri ginseng tersebut dilakukan dengan joint production (produksi gabungan).

"Kapal selam itu teknologi yang muktahir, dengan adanya joint production ini diharapkan akan ada transfer teknologi supaya Indonesia dapat menguasai ilmu pembuatan kapal selam," tutup Agus.
,div style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; text-align: justify;">

Joint Production Dengan Korsel Jalan Kemandirian Kapal Selam

Indonesia tengah melakukan produksi gabungan kapal selam dengan negara Korea Selatan. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat membuat kapal selam sendiri di masa mendatang.

"Kita sedang bangun 3 kapal selam dengan Korea Selatan. Nantinya, transfer teknologi itu mampu membuat Indonesia, untuk membuat kapal selam sendiri," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro, saat jumpa pers di Gedung Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/8/2012).

Purnomo menjelaskan sampai saat Indonesia belum mampu membuat kapal selam karena keterbatasan SDM dan infrastruktur. Pembelian kapal selam dengan Korsel, dilakukan karena kedua negara sepakat untuk melakukan transfer teknologi.

"Oleh karena itu diharapkan proses transfer teknologi ini dapat dilakukan, sehingga nantinya PT PAL dapat membuat kapal selam bahkan membuat pusat maintenance dan overhaul sendiri di Indonesia," sambung Purnomo.

Sementara itu, Kapuskom Kemenhan Brijend TNI Hartind Asrind menjelaskan 3 kapal selam yang akan dibeli dari Korea Selatan, akan datang secara bertahap. Kapal selam pertama akan hadir pada tahun 2015, kedua akan hadir 2016 dan ketiga akan hadir 2018.

"Untuk tahap 2 dan tahap 3, kapal selam itu dilakukan dengan joint production. Total ketiga kapal selam itu seharga USD 1,07 miliar," jelas Hartind.


Sumber : Detik

Kapal Selam TNI AL Ujicoba Rudal


JAKARTA-(IDB) : Latihan puncak TNI AL tahun 2012  yang dikenal dengan Latihan Armada Jaya XXXI/2012 pada pertengahan bulan Oktober ini akan digelar  manuver lapangan dengan mengerahkan lebih dari 30 kapal perang berbagai jenis yang menjadi kekuatan TNI AL dan sekaligus  akan dilaksanakan uji coba penembakan senjata  strategis  di perairan Indonesia bagian Timur. 
Geladi posko yang digelar dengan tema “Melalui Latihan Armada Jaya XXXI/2012 TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Laut Gabungan, Operasi Amphibi dan Operasi Pendaratan Administrasi di Wilayah Timur Indonesia Dalam Rangka Menjaga Kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. telah dilaksanakan  sampai pekan lalu  dan telah menghasilkan dokumen perencanaan latihan Armada Jaya XXXI/2012.
Latihan Armada Jaya XXXI/2012 kali ini akan dilaksanakan ujicoba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.
Lintas laut dalam latihan  akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur , melibatkan seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan.
Kegiatan latihan tersebut diawali dengan pembukaan latihan Posko (Latposko ) oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal ) Laksamana TNI  Suparno yang diwakili Wakil Kepala Staf Angatan Laut (Wakasal ) Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M di gedung Yos Sudarso Seskoal Cipulir, pekan lalu dihadiri oleh para pelaku ,wasdal dan penilai yang tergabung dalam gelada posko latihan Armada Jaya XXXI/2012.


Dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012 diawali dengan  geladi posko dengan para pejabat sebagai pelaku dijabat Komandan Seskoal Laksda TNI Arief Rudianto, S.E bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat), Pangarmabar Laksda TNI Sadiman, S.E., bertindak sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) , Pangkolinlamil Laksda TNI S.M. Darojatim sebagai Panglima Komando Tugas Pendaratan Administrasi (Pangkogasratmin), Komandan Guspurlaarmabar   Laksma Tri Wahyudi Sukarno, S.E,  sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Laut ( Pangkogasgabla) dan Komandan Pasmar I  Kolonel Marinir R Gatot Suprapto sebagai Komandan pasukan pendarat  dan Komandan lantamal VI  Brigadir Jenderal TNI Marinir M. Suwandi Thahir sebagai Panglima Komando tugas pertahanan pantai (Pangkogashantai)
Geladi Posko yang dilaksanakan di gedung Olah Yudha   Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut  ( Seskoal ) tersebut melaksanakan kegiatan pengambilan keputusan ( Biltus ) 14 langkah   diantaranya mulai dari tahap perencanaan , paparan konsep umum operasi sampai dengan pengujian rencana Operasi melalui TFG (Tactical Floor Game) yang disampaikan oleh para Panglima Komando Tugas gabungan dan Komandan pasukan pendarat diikuti oleh para staf pelaku, wasdal dan penilai yang tergabung dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 .
Kegiatan pengujian rencana operasi yang lebih dikenal dengan Uji RO  melaksanakan kegiatan TFG (Tactical Floor Game) dengan kegiatan paparan secara bertahap  mulai dari kegiatan embarkasi material dan personel di pangkalan Surabaya sampai dengan pelaksanakan hari H Jam “J”  pelaksanaan pendaratan pasukan pendarat di Sangatta, Kalimantan Timur

Selama kegiatan TFG (Tactical Floor Game)  berlangsung  ditinjau secara langsung oleh Wakasal  Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M , didampingi Korsahli Kasal Laksamana Muda  TNI Haribowo ,M.Sc, Asops Kasal Laksmana Muda TNI Didit Herdiawan, MPA. MBA.

Dalam peninjauan tersebut Wakasal  Laksamana Madya TNI Marsetio ,M.M mengikuti jalannya pelaksanaan kegiatan pentahapan paparan mulai kegiatan di Pangkalan Angkatan Laut  Surabaya sampai dengan pelaksaaan pentahapan pelaksanaan pendaratan pasukan pendarat  dan pelaksanaan Uji coba penembakan senjata strategis yang akan dilaksanakan oleh kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Kalimantan Timur.
Dalam kegiatan tersebut Wakasal menyampaikan arahan khususnya kepada para pelaku latihan utamanya para Komandan KRI dan para perwira pengawak KRI  serta  para perwira muda yang terlibat latihan yang berkaitan  dengan pelaksanaan manuver lapangan unsur-unsur KRI di perairan Indonesia kawasan timur utamanya perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) . Lebih lanjut disampaikan kepada para perwira muda yang tergabung sebagai pelaku latihan agar  latihan  kali ini dijadikan wahana pembelajaran secara professional.


Dalam manuver lapangan yang akan dilaksanakan medio Oktober 2012 yang akan datang,  Kapal perang TNI AL yang dilibatkan dalam latihan kali ini terdiri  dari berbagai jenis kapal perang diantaranya Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Kudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda akan dikerahkan dan 10 kapal perang di antaranya akan menembakkan senjata straegis . Latihan puncak yang melibatkan   lebih dari  5 ribu personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta puluhan kendaraan tempur Pasukan Pendarat Marinir.

Dalam latihan kali ini melibatkan sejumlah unsur kapal perang dan personel dari jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur, Komando Armada RI Kawasan Barat dan Komando Linas laut Militer . Selain itu melibatkan  personel dari Mabesal, Seskoal, lantamal V dan lantamal VI dan  personel dari Dinas Hukum, Dinas Psikologi, POMAL dan Dinas Penerangan sebagai pelaku dan beberapa Pangkalan Angkatan laut.
Kapal perang Produksi dalam negeri jenis LPD  KRI Banjarmasin-592 dan kapal perang terbaru TNI AL kelas SIGMA diantaranya KRI Diponegoro -365, KRI Frans Kaisiepo 368, KRI Sultan Iskandar Muda -367  serta  sejumlah KRI  angkut pasukan jenis Landing Ship tank (LST) dan Froch dilibatkan dalam manuver lapangan.
Usai kegiatan TFG, Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Sadiman,S.E Selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012  kepada seluruh peserta latihan menekankan  dalam tahap pelaksanaan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan  pada bulan medio Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta Kalimantan Timur , agar melaksanakan latihan sesuai dengan prosedur tetap dan wujudkan seluruh rangkaian latihan dengan pencapaian zero accident .
Sumber : Poskota

TNI AL Segera Operasikan Pangkalan Kapal Selam Di Teluk Palu

JAKARTA-(IDB) : Pangkalan kapal selam TNI AL di Teluk Palu, Sulawesi Tengah, akan selesai dibangun pada akhir 2012, dan segera beroperasi.

"Pada awal 2013, kapal selam dari Armatim (Armada RI Kawasan Timur) sudah bisa singgah di Teluk Palu," kata Komandan Pangkalan TNI AL Palu, Kolonel Pelaut Boedi Oetomo, di Palu, Rabu.

Dia mengatakan saat ini pembangunan tahap dua sudah selesai sekitar 80 persen. Tahap dua itu bangunan fisik di sekitar pangkalan. Selanjutnya masuk ke tahap tiga, yakni pengerjaan fisik yang ringan seperti pembuatan pagar dan proses pengecatan.

Salah satu alasan pemilihan Teluk Palu karena teluk ini cukup strategis di nusantara. Teluk Palu memiliki lebar 10 kilometer dengan lingkar garis pantai sepanjang 68 kilometer. Kedalaman Teluk Palu mencapai 400 meter dan dinilai sangat strategis. "Perlindungan alam" terhadap arus laut yang ekstrim juga dinilai sangat memadai dan menguntungkan untuk dijadikan pangkalan kapal selam.

Sebagai gambaran, pada Perang Dunia II, Angkatan Laut Kerajaan Inggris pernah mengandalkan pangkalan kapal selam Scapa Flow di Kepulauan Orkney, Skotlandia. Walau sempat ditembus flotila kapal selam U-boat Jerman namun eksistensi Scapa Flow tetap dipertahankan.

Boedi mengatakan, di pangkalan kapal selam itu nantinya akan diperkuat dengan pasukan pertahanan pangkalan dengan jumlah personel sebanyak satu peleton atau sekitar 24 orang.

Pangkalan kapal selam TNI AL sendiri berada di lahan seluas 13 hektare di Kelurahan Watusampu, Kota Palu.

Pada awal 2012, Komandan Pangkalan Utama TNI AL IV Makassar, Brigadir Jenderal Marinir M Suwandi Thahir, meninjau pembangunan pangkalan khusus kapal selam di Teluk Palu.

Saat itu, ia mengemukakan bahwa keberadaan pangkalan tersebut sangat strategis untuk pengamanan wilayah NKRI terutama di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II Selat Makassar sampai ke perbatasan dengan negara tetangga Malaysia di Laut Sulawesi. 



Sumber : Antara

Menjelang HUT Ke-67 TNI

Pasukan TNI dari semua  kesatuan menggelar latihan gladi kotor upacara perayaan puncak HUT  ke-67  TNI pagi tadi (2/10/2012). Latihan dilakukan di apron base Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

Dalam gladi kotor tersebut hanya terlihat 12 ranpur yang dipajang tepat di belakang pasukan upacara. Ranpur-ranpur tersebut rata-rata merupakan milik Korps Marinir. Di luar ranpur Korps Marinir hanya ada dua meriam  Howitzer Caesar milik AD yang dipajang di lapangan upacara.


Tim Aerobatik Dynamic Pegasus yang dipimpin Letkol Pnb Sapuan juga ambil bagian dalam gladi kotor ini. Dengan lima helikopter EC 120 Colibri andalannya mereka unjuk kebolehan dengan berbagai atraksi, diantaranya windmill dan waterfall. Selepas Dynamic Pegasus melakukan latihan aerobatiknya, latihan atraksi dilanjutkan oleh para personil AD yang akan menunjukkan kemampuan individu mereka dalam bela diri, penggunaan senjata, dan kemampuan halang rintang.

Setelah mereka selesai unjuk kebolehan, sekitar 200 personil paskhas TNI AU langsung terlihat melakukan latihan atraksi terjun payung dari pesawat Hercules. Saat latihan terjun payung berlangsung para peserta gladi kotor terlihat agak tegang mengingat pada latihan terjun payung kemarin terdapat empat anggota yang mengalami kecelakaan. Namun pada gladi kotor pagi tadi seluruh anggota Paskhas mendarat dengan sempurna.


Gladi kotor kemudian dilanjutkan dengan atraksi 6 pesawat KT-1B Wong Bee dari Jupiter Aerobatic Team yang kemudian diikuti dengan flypass 6 Bell 412 dari Penerbad dan Penerbal, tiga Helikopter MI-35, satu Super Tucano, dan diakhiri dengan flypass 10 pesawat Hercules TNI AU. Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono dan KSAU Marsekal Imam Sufaat terlihat hadir dalam gladi kotor tersebut. Upacara HUT TNI ke-67 akan digelar hari Jumat mendatang di Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 08.00 WIB pagi.

Menjelang peringatan HUT TNI ke 67, berbagai persiapan telah dilakukan. Upacara HUT TNI ke 67 sendiri akan dilaksanakan di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusumah Jakarta. Dalam Gladi Kotor, selasa 2 oktober, terlihat HUT TNI nantinya akan berlangsung sederhana.

Alutsista yang tampil sebagai background antara lain Meriam Caesar 155mm, Tank Amfibi BMP-3F, Peluncur Roket RM-70 Grad serta LTVP-7. Selain itu, seperti biasanya akan ditampilkan berbagai atraksi. Diantaranya Senam Balok, Bela Diri militer serta Kolone Senapan. Di udara, atraksi dilakukan oleh Tim Aerobatik Pegasus dengan Heli EC-120B serta The Jupiter. serta tidak ketinggalan atraksi terjun payung. Atraksi kemudian ditutup dengan Fly pass helikopter TNI-AD dari jenis Mi-17, Mi-35 serta Nbell-412. Lalu menyusul 4 buah Nbell-412 TNI AL serta sebuah Super Tucano.
Sumber: Kutipan Garuda Meliter