INDONESIA KU

Alat Utama Sistem Senjata semua mantra Tentara Nasional Indonesia Menuju MEF (minimum essential forces)

Kamis, 08 November 2012

Litbang AU Ikut Pamerkan Produk Di Indo Defence 2012

Jakarta - TNI AU ikut serta memamerkan produk-produk unggulan berupa hasil penelitian dan pengembangan Dinas Litbang TNI AU. Juga hadir Komando Pertahanan Udara Nasional.

Materi pameran dalam ruangan (indoor) meliputi buku-buku kedirgantaran, sejarah, foto dan poster TNI AU, alat pemantau hanud produksi Litbangau, miniatur pesawat UAV produksi Litbangau dan PT DI serta mobil Communication Monitoring Observation Vihecle (CMOV) Kohanudnas.

Sedangkan materi yang ada di luar ruangan (outdoor) meliputi Smart Bomb, Video Disc Recorder aktifitas penerbangan, Blast Effect Bomb, Bomb Practice P-50, Modulator CFA-1 Radar Thomson, Power Supply CFA-1 Radar Thomson, Active Getter CFA-1 Radar Thomson, Folding Fin Rocket 70 mm, Warhead FFAR 2.75 " dan Target Drone dari Litbangau.

TNI Angkatan Udara juga menampilkan aerobatik udara Jupiter Aerobatic Team (JAT) dari Skadron Pendidikan 101 Lanud Adi Sutjipto Yogjakarta dengan menggunakan pesawat latih KT-1 Wong Bee dan The Dinamic Pegasus menggunakan pesawat helicopter EC-120 Colibri dari Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati.

Pada pembukaan Rabu (7/11/2012), Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., didampingi Kadispenau Marsma TNI Azman Yunus saat meninjau stand mengadakan pembicaraan dengan para delegasi peserta Indo Defence Expo.
 
Sumber:  Kompas

Pemerintah Tandatangani Pengadaan Tank Leopard

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitpYmiotd8WGzjAjpsL2d7InV2rzh1jBrGNnYJQ_CgVy57z7oXngMh37FGUQ4scm8vpYSMimRMiz0YPMk2V4w_oQZXJc7UW4WNdeAVK8Dvy4ogq7eZvWilsdIu3L_wo6q7PzqdBRMn_K4/s1600/1.jpg
MBT Leopard 2 Revolution
(Foto MIK)
Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan perusahaan Jerman Rheinmetall Defence akhirnya menandatangani nota kesepahaman terkait pengadaan Main Battle Tank (MBT) Leopard di Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela acara pameran alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indo Defence 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Utara.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Direktur Rheinmetall Landsyteme Harald Westernman, dengan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

“Penandatanganan tersebut untuk memperkuat sistem pertahanan dan industri pertahanan Tanah Air,” kata Purnomo.

Keberadaan tank tempur MBT Leopard, atau biasa disebut Leopard 2, memang dinanti-nantikan di Indonesia karena kemampuannya yang memiliki efek penangkal untuk pasukan tempur.

Pembelian Leopard 2 oleh Pemerintah Indonesia sempat menimbulkan pro dan kontra karena Pemerintah Federal Jerman dikabarkan belum memberikan izin ekspor untuk kendaraan tempur baja tersebut.

Selain penandatanganan nota kesepahaman pengadaan tank Leopard 2, juga ditandatangani nota serupa terkait alih teknologi (transfer of technology).

Rencananya, alih teknologi terkait pengadaan tank Leopard 2 tersebut akan diberikan kepada PT Pindad, Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad), serta Bengkel Pusat Perhubungan (Bengpushub) Direktorat Perhubungan Angkatan Darat (Dithubd).

Edwin Prabowo mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman tersebut kedatangan tank Leopard 2 dapat segera terealisasikan.

Sementara itu, dua tank Leopard 2 sudah dipamerkan dalam pameran internasional Indo Defence.

Sumber: Garuda Meliter

Rusia Tawarkan Rudal Jarak Pendek Dan Menengah Ke Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Perusahaan Rosoboronexport Rusia akan menampilkan 200 sampel senjata dan peralatan militer dalam Pameran Internasional Senjata dan Peralatan Militer Indo Defense 2012 yang akan digelar tanggal 7 sampai 10 November di Indonesia.

"Dalam pameran ini perusahaan Rusia akan membahas isu-isu mengenai militer-teknis kerjasama dengan baik dengan Indonesia dan semua mitra di Asia-Pasifik", pernyataan dari Rosoboronexport, eksportir terbesar senjata Rusia.

Selain peralatan militer, perusahaan Rusia akan mengusulkan kepada mitranya di Asia-Pasifik untuk melakukan produksi bersama dan mengembangkan model senjata dan peralatan teknis militer yang dirakit di bawah lisensi.
"Ini berarti mentransfer sejumlah teknologi yang saat ini sangat penting bagi Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan industri pertahanan nya," wakil direktur Rosoboronexport, Victor Komardin, yang memimpin delegasi Rusia di pameran.

Dia menambahkan bahwa perusahaan mengharapkan antipesawat sistem pertahanan seperti "Buk-M2E", "Pantsir-S1" dan "Igla-S" akan menarik masyarakat di acara itu.

Rosoboronexport datang ke Indonesia juga akan menawarkan pertahanan udara yang kompleks yaitu sistem rudal jarak menegah dan sistim rudal jarak pendek yaitu "Buk-M2E" dan "Pantsir-S1".




Sumber :Dikuti IDB ( Rian )

Dengan Indodefence 2012 Diharapkan Investasi Asing Masuk Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Keinginan kalangan industri pertahanan itu disampaikan kepada pihak penyelenggara pameran Indo Defence 2012 Expo yang di gelar hari ini (Rabu;07/11/2012) di PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran yang diselenggarakan Departemen Pertahanan sepanjang tanggal 7 - 10 November mendatang, rencannya akan dibuka oleh Wakil Presiden Budiono.

Informasi yang disampaikan pihak penyelenggara, PT Nanindo, kalangan industri dalam negeri menginginkan lebih dari sekedar dari transfer teknologi dari negara asal. Seperti adanya pinjaman lunak baik dari perusahaan maupun badan keuangan luar dan dalam negeri. Transfer teknologi tanpa diimbangi dengan pendanaan yang kuat, maka tidak akan terlaksana dengan baik. Kalangan usaha meminta kementrian pertahanan, untuk memfasilitasi keingin para pengusaha industri dalam negeri.

Berdasarkan data yang diterima panitia penyelenggara pameran, sejumlah industri pertahanan dalam dan luar negeri telah mendaftarkan hadir dalam ajang pameran ini. Diantaranya PT.Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT. Pindad, PT. LEN, Lundin, Lockheed Martin, Damen Schelde Naval Shipbuilding, DSME, EADS, Team Australia, Russian Technologies, Bel Tech Export, SSM, Ukrspecexport, Rheinmetall.
Sumber :Kutipan IDB ( Indosiar)

Modersinsasi Alutsista, Doktrin Pertahanan Perlu Disesuaikan

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, doktrin pertahanan TNI tetap akan difokuskan untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, meskipun TNI AD kini sudah diperkuat tank tempur utama berkemampuan ofensif Leopard.
“Doktrinnya untuk menjaga kedaulatan negara kita ini. Soal penempatan tank Leopard, nanti akan diserahkan kepada TNI AD dengan tetap berkoordinasi dengan Kemhan,” kata Purnomo, Selasa, saat ditanya soal rencana penempatan tank-tank tempur canggih itu.
Menhan mengatakan, saat ini baru dua tank yang datang untuk dipamerkan di Indo Defence yang akan dibuka Rabu (7/11/2012) di Jakarta International Expo, Kemayoran. “Kedatangan tank Leopard akan membuat tank kita menjadi komplit,” ujarnya.
Pengamat militer dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto sebelumnya mengatakan sudah saatnya Indonesia merumuskan ulang doktrin pertahanannya. Untuk kedatangan Leopard itu, Indonesia belum memiliki doktrin untuk tank berat. “Selama ini kita menggunakan doktrin infanteri. Tank hanya digunakan untuk membantu pasukan infanteri,” katanya. Doktrin kavaleri berat, kata dia, yang bisa bertempur mandiri juga harus dibentuk. Dengan rencana pembelian helikopter serang Apache, pemerintah juga harus mengubah doktrin.
Menurut Andi, saat ini tinggal Angkatan Darat yang belum memperkuat doktrin, sementara Angkatan Laut dan Udara dinilai sudah mapan dalam pembentukan doktrin. Kemudian, Kemhan juga harus mengembangkan doktrin gabungan ketiga matra agar senjata masing-masing angkatan bisa dikerahkan dalam operasi militer gabungan. “Senjata masing-masing angkatan itu harus bisa dikerahkan dalam satu operasi militer gabungan,” katanya.
Seperti diketahui, Indonesia sudah merevisi dua kali doktrin pertahanannya. Pertama saat era reformasi dimulai dan terakhir pada 2007. “Sekarang sedang direvisi. diharapkan segera diluncurkan karena revisinya sudah selesai,” kata Andi. Setelah revisi doktrin pertahanan selesai barulah dilakukan revisi doktrin angkatan dan diperkirakan semua doktrin selesai pada 2014 mendatang.
Sumber : Kutipan IDB ( Solopos)

Rabu, 31 Oktober 2012

JAT Dan DynamicPegasus Aerobatic Ramaikan DiIndodefence 2012

JAKARTA-(IDB) : Selain  mengadakan pameran alat pertahanan Industri bertaraf internasional dan seminar pertahanan pada tanggal 7-10 November 2012, Panitya Indodefence 2012 Expo & Forum juga akan menghadirkan pertunjukan aerobatic show  TNI-AU. Yaitu  tim  Jupiter Aerobatic Team (JAT) Show dengan pesawat  KT1B dan Dynamic Pegasus Aerobatic yang menggunakan pesawat Helikopter  EC 120 B Colibri.
Menurut Dirut PT Napindo Media Ashatama Herman Wiriadipoera, kedua aktraksi tersebut akan hadir sehari dua kali selama pameran. Dengan beragam gerakan acrobat udara yang tidak hanya menarik, tetapi juga mendebarkan. Diharapkan para pengunjung bisa menikmati suguhan tersebut, selain melihat-lihat peralatan militer yang ada.  
Indodefence  2012 Expo & Forum yang kelima ini, juga menggelar Indo Defence Aerospace & Marine Expo Dan Forum. Bertindak selaku tuan rumah adalah Kementrian Pertahanan Republik Indonesia yang bekerjasama dengan PT Napindo  Media Ashatama. Pameran ini diikuti oleh 50 negara yang terdiri atas 60 perusahaan industri pertahanan dalam dan luar negeri
Sumber : Angkasa

TNI akan hadirkan Leopard 2RI di Pameran Indo Defence V 2012 Expo

http://www.seputar-indonesia.com/publics/imagecache/detail/11/images/news/31%20October%202012/20121031nas1.jpgWakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) bersama Direktur Utama PT Napindo Media Ashatama, Herman Wiriadipura saat jumpa pers terkait pameran internasional industri peralatan pertahanan “Indo Defence 2012 Expo & Forum” di Jakarta, kemarin. Pameran diikuti lima benua dan akan berlangsung mulai 7 hingga 10 November mendatang di JI Expo Kemayoran, Jakarta.

Jakarta — Setelah gagal diperkenalkan ke publik pada momen hari ulang tahun TNI ke-67 awal Oktober kemarin, tank tempur utama Leopard akan tampil di pameran alat utama sistem senjata (alutsista) Indo Defence V 2012 Expo and Forum, 7–10 November di Jakarta.

Pada kesempatan itu, Kementerian Pertahanan dan Rheinmetall, produsen Leopard, akan menandatangani nota kesepakatan pembelian Leopard. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menuturkan, nota kesepakatan pembelian Leopard itu sebagai implementasi dari kontrak yang selama ini telah disepakati kedua pihak. “Tinggal proses produksi dan pembiayaan dari pengadaan itu,” katanya di Jakarta kemarin Dia menyebut, pemerintah membeli Leopard sebanyak 100 unit.

Jenis Leopard yang didatangkan ke Indonesia adalah Leopard 2A4 dan Leopard Revolution (jenis modifikasi dari Rheinmetall). Selain itu, disepakati pembelian tank kelas menengah Marder sebanyak 50 unit serta tank pendukung sebanyak 7 unit. Seluruh tank itu dibeli dengan harga USD 280 juta yang diambil dari pinjaman dalam negeri. “Kedatangan tank tersebut dilakukan bertahap mulai dari 2012, 2013 hingga semester pertama 2014,” ujarnya. Sjafrie menegaskan, semua tank yang dibeli tersebut dalam kondisi siap pakai. “Tak akan ada lagi proses upgrade,” ujarnya.

Berdasarkan literatur pertahanan, Leopard Revolution memiliki laras lebih pendek sekitar 1,3 meter dari Leopard jenis terbaru 2A6. Namun, laras tersebut dapat dimodifikasi hingga menyerupai Leopard 2A6. Nantinya PT Pindad menjadi ujung tombak pemeliharaan semua Leopard. Kepala Staf Angkatan Da-rat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo menuturkan, tank Leopard yang dipesan Indonesia memiliki beberapa spesifikasi khusus yang tidak dimiliki Leopard jenis lain.

“Makanya nant ijangan heran jika namanya Leopard RI,” tuturnya. Dia menyebut, di antara spesifikasi khusus itu adalah adanya fasilitas pendingin ruang personel. “Ini tidak ada di Leopard aslinya yang dipakai di Eropa. Di Indonesia, kita beri AC. Cuaca di Indonesia panas, kalau tidak pakai AC prajurit kita bisa mati dehidrasi,” imbuhnya. [fefy dwi haryanto]

 Dua Unit Tank Leopard Datang Pekan Ini

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiknzPovYKgYXBgq859N_hZUCxCrecjURGhL4chnOlsjOoO9QeUBJa_6zAB_NgZfNHuISzMeKe03BpeeJCjNIgGG-FkyM7Oj7gxnuK1rFHKKYqxNv47GvxLf1-XAx6Hs4nC-4B7n0Ygxck/s1600/rheinmetalllandsystemeg.jpg
MBT Leopard 2 Revolution
(Foto Rheinmettal)
Jakarta - Dua unit tank tempur utama Leopard dipastikan datang pada pekan ini. Tank yang didatangkan dari Jerman itu masing-masing terdiri atas satu unit jenis Leopard 2A4 dan satu unit jenis Leopard 2 Revolution.

"Dua tank ini akan datang pada 3 November ini dan rencananya dipamerkan di Indo Defence Expo pada 7-10 November mendatang," kata Pos Hutabarat, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa, 30 Oktober 2012.

Kedatangan Leopard, menurut Pos, akan menutup kedatangan alat utama sistem persenjataan yang sudah memasuki penghujung 2012. "Kemarin Tucano sudah datang, sepertinya setelah ini tidak ada lagi senjata yang akan datang," kata dia.

Wakil Menteri Pertahanan Shafrie Syamsudin menyatakan semua tank yang datang sudah bisa dipakai oleh militer Indonesia. "Semuanya baru, tinggal pakai, tidak perlu lagi upgrade, tidak perlu lagi refurbishment," kata dia.

Dua unit tank Leopard ini merupakan penyerahan tahap pertama. Dengan dana sekitar US$ 287 juta, Indonesia membeli 40 unit Leopard 2A4, 63 unit Leopard 2 Revolution, dan 10 unit tank pendukung Leopard 2, 50 unit medium tank Marder 1A3. "Proses politik sudah selesai, administrasi sudah, tinggal mengecek skema produksi dan pembiayaan," ujar Sjafrie.