INDONESIA KU

Alat Utama Sistem Senjata semua mantra Tentara Nasional Indonesia Menuju MEF (minimum essential forces)

Kamis, 08 November 2012

Kapal Selam 'Mutan' Pesanan TNI AL

http://www.itoday.co.id/plugins/system/contentoptimizer/3bb0e3e5cb84d6cfa85afae454648beb26273d85_400x300_Q50.jpegJakarta - Informasi mengenai seperti apa bentuk kapal selam Indonesia yang dibeli dari Korea Selatan, Chang Bo Go (CBG) akhirnya mulai terlihat, walau masih berbentuk mock up.

DSME selaku pemenang kontrak pengadaan tiga kapal selam membawa replika kapal selam CBG U209-1400 yang merupakan pengembangan kapal selam CBG sebelumnya U209-1200 hasil lisensi perusahaan Jerman, HDW.

Menurut Assistant Engineer Naval & Special Ship Design Team/Submarine Machinery Design Group, Seung-Hoon Kim, kapal selam CBG baru ini akan lebih bagus kemampuannya dibanding dengan CBG varian sebelumnya yang dimiliki Korea Selatan.

"Varian terbaru ini memiliki Combat Management System (CMS) yang lebih bagus dari varian sebelumnya, sehingga lebih bagus secara keseluruhan, " jelas Kim kepada itoday, Kamis (8/11).

Menurut rumor yang beredar, CMS yang digunakan kapal selam CBG pesanan Indonesia ini menggunakan CMS yang sama dengan CMS kapal selam U214 milik Jerman. Jika rumor itu benar, maka CBG pesanan Indonesia akan menjadi kapal selam yang menakutkan di kawasan ASEAN.

Selain memiliki CMS baru, kapal selam ini juga memiliki kemampuan menembakan senjata rudal dari bawah air, seperti Sub Harpoon buatan Amerika Serikat dan C-Star buatan Korea Selatan.

Rencananya, pembelian kapal selam dari negeri ginseng ini akan melibatkan PT.PAL, dimana BUMN Strategis ini rencananya akan kevagian jatah untuk membuat satu kapal selam pesanan TNI AL, sebagai bagian dari kerjasama transfer of technology (ToT).

Sumber : Garuda Meliter

KCR 60 Produk Terbaru PAL

PT. PAL kembali mengeluarkan kapal perang baru, kali ini Fast Attack Craft Missile-Kapal Cepat Rudal (KCR-60), sebual kapal perang yang mampu membawa rudal.

Kepada itoday, Rabu (9/11), Manager Marketing Planning & Business Care PT. PAL, Didik Soebijantoro mengatakan, kapal perang ini masih tahap design, tetapi sudah di posisi pengadaan open LC.

"Untuk kontruksi belum dimulai, baru pemotongan baja," ujar Didik.

PTM PAL sendiri rencananya akan membuat kapal perang ini secara paralel, dan diperkirakan akhir tahun sudah mulai dibangun.

PAL meyakinkan, produknya kana lebih bagus ketimbang KCR-40, karen BUMN Srategis ini memiliki pengalaman membuat kapal perang FPB-57.

Tidak hanya itu, PAL mengkalim konsumsi bahan bakar KCR-60 lebih irit dari pada kapal sekelasnya, dengan kecepatan maksimal 28 knot.

"Kapal ini ampu bertahan di laut selama lima hari," jelas Didik.

Kapal yang terbuat baja dan steel aloy ini memiliki kandungan lokal sebanyak 50 persen dan desainnya murni dirancang oleh anak negeri.

Dengan kandungan lokal mencapai setengahnya, PAL memperkirakan harga jual kapal ini hanya Rp 125-an miliar diluar combat management system (CMS).
JAKARTA-(IDB) : PT. PAL kembali mengeluarkan kapal perang baru, kali ini Fast Attack Craft Missile-Kapal Cepat Rudal (KCR-60), sebual kapal perang yang mampu membawa rudal.

Kepada
itoday, Rabu (9/11), Manager Marketing Planning & Business Care PT. PAL, Didik Soebijantoro mengatakan, kapal perang ini masih tahap design, tetapi sudah di posisi pengadaan open LC.

"Untuk kontruksi belum dimulai, baru pemotongan baja," ujar Didik.


PT PAL sendiri rencananya akan membuat kapal perang ini secara paralel, dan diperkirakan akhir tahun sudah mulai dibangun.

PAL meyakinkan, produknya kana lebih bagus ketimbang KCR-40, karen BUMN Srategis ini memiliki pengalaman membuat kapal perang FPB-57.
 
 
Tidak hanya itu, PAL mengkalim konsumsi bahan bakar KCR-60 lebih irit dari pada kapal sekelasnya, dengan kecepatan maksimal 28 knot.

"Kapal ini ampu bertahan di laut selama lima hari," jelas Didik.


Kapal yang terbuat baja dan steel aloy ini memiliki kandungan lokal sebanyak 50 persen dan desainnya murni dirancang oleh anak negeri.


Dengan kandungan lokal mencapai setengahnya, PAL memperkirakan harga jual kapal ini hanya Rp 125-an miliar diluar combat management system (CMS).
 
 
 
 
Sumber : Indo Defence Blog

Litbang AU Ikut Pamerkan Produk Di Indo Defence 2012

Jakarta - TNI AU ikut serta memamerkan produk-produk unggulan berupa hasil penelitian dan pengembangan Dinas Litbang TNI AU. Juga hadir Komando Pertahanan Udara Nasional.

Materi pameran dalam ruangan (indoor) meliputi buku-buku kedirgantaran, sejarah, foto dan poster TNI AU, alat pemantau hanud produksi Litbangau, miniatur pesawat UAV produksi Litbangau dan PT DI serta mobil Communication Monitoring Observation Vihecle (CMOV) Kohanudnas.

Sedangkan materi yang ada di luar ruangan (outdoor) meliputi Smart Bomb, Video Disc Recorder aktifitas penerbangan, Blast Effect Bomb, Bomb Practice P-50, Modulator CFA-1 Radar Thomson, Power Supply CFA-1 Radar Thomson, Active Getter CFA-1 Radar Thomson, Folding Fin Rocket 70 mm, Warhead FFAR 2.75 " dan Target Drone dari Litbangau.

TNI Angkatan Udara juga menampilkan aerobatik udara Jupiter Aerobatic Team (JAT) dari Skadron Pendidikan 101 Lanud Adi Sutjipto Yogjakarta dengan menggunakan pesawat latih KT-1 Wong Bee dan The Dinamic Pegasus menggunakan pesawat helicopter EC-120 Colibri dari Skadron Udara 7 Lanud Suryadarma Kalijati.

Pada pembukaan Rabu (7/11/2012), Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP., didampingi Kadispenau Marsma TNI Azman Yunus saat meninjau stand mengadakan pembicaraan dengan para delegasi peserta Indo Defence Expo.
 
Sumber:  Kompas

Pemerintah Tandatangani Pengadaan Tank Leopard

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitpYmiotd8WGzjAjpsL2d7InV2rzh1jBrGNnYJQ_CgVy57z7oXngMh37FGUQ4scm8vpYSMimRMiz0YPMk2V4w_oQZXJc7UW4WNdeAVK8Dvy4ogq7eZvWilsdIu3L_wo6q7PzqdBRMn_K4/s1600/1.jpg
MBT Leopard 2 Revolution
(Foto MIK)
Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dan perusahaan Jerman Rheinmetall Defence akhirnya menandatangani nota kesepahaman terkait pengadaan Main Battle Tank (MBT) Leopard di Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela acara pameran alat utama sistem pertahanan (alutsista) Indo Defence 2012 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta Utara.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Direktur Rheinmetall Landsyteme Harald Westernman, dengan disaksikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

“Penandatanganan tersebut untuk memperkuat sistem pertahanan dan industri pertahanan Tanah Air,” kata Purnomo.

Keberadaan tank tempur MBT Leopard, atau biasa disebut Leopard 2, memang dinanti-nantikan di Indonesia karena kemampuannya yang memiliki efek penangkal untuk pasukan tempur.

Pembelian Leopard 2 oleh Pemerintah Indonesia sempat menimbulkan pro dan kontra karena Pemerintah Federal Jerman dikabarkan belum memberikan izin ekspor untuk kendaraan tempur baja tersebut.

Selain penandatanganan nota kesepahaman pengadaan tank Leopard 2, juga ditandatangani nota serupa terkait alih teknologi (transfer of technology).

Rencananya, alih teknologi terkait pengadaan tank Leopard 2 tersebut akan diberikan kepada PT Pindad, Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) Direktorat Peralatan Angkatan Darat (Ditpalad), serta Bengkel Pusat Perhubungan (Bengpushub) Direktorat Perhubungan Angkatan Darat (Dithubd).

Edwin Prabowo mengatakan, setelah penandatanganan nota kesepahaman tersebut kedatangan tank Leopard 2 dapat segera terealisasikan.

Sementara itu, dua tank Leopard 2 sudah dipamerkan dalam pameran internasional Indo Defence.

Sumber: Garuda Meliter

Rusia Tawarkan Rudal Jarak Pendek Dan Menengah Ke Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Perusahaan Rosoboronexport Rusia akan menampilkan 200 sampel senjata dan peralatan militer dalam Pameran Internasional Senjata dan Peralatan Militer Indo Defense 2012 yang akan digelar tanggal 7 sampai 10 November di Indonesia.

"Dalam pameran ini perusahaan Rusia akan membahas isu-isu mengenai militer-teknis kerjasama dengan baik dengan Indonesia dan semua mitra di Asia-Pasifik", pernyataan dari Rosoboronexport, eksportir terbesar senjata Rusia.

Selain peralatan militer, perusahaan Rusia akan mengusulkan kepada mitranya di Asia-Pasifik untuk melakukan produksi bersama dan mengembangkan model senjata dan peralatan teknis militer yang dirakit di bawah lisensi.
"Ini berarti mentransfer sejumlah teknologi yang saat ini sangat penting bagi Indonesia yang bertujuan untuk mengembangkan industri pertahanan nya," wakil direktur Rosoboronexport, Victor Komardin, yang memimpin delegasi Rusia di pameran.

Dia menambahkan bahwa perusahaan mengharapkan antipesawat sistem pertahanan seperti "Buk-M2E", "Pantsir-S1" dan "Igla-S" akan menarik masyarakat di acara itu.

Rosoboronexport datang ke Indonesia juga akan menawarkan pertahanan udara yang kompleks yaitu sistem rudal jarak menegah dan sistim rudal jarak pendek yaitu "Buk-M2E" dan "Pantsir-S1".




Sumber :Dikuti IDB ( Rian )

Dengan Indodefence 2012 Diharapkan Investasi Asing Masuk Indonesia

JAKARTA-(IDB) : Keinginan kalangan industri pertahanan itu disampaikan kepada pihak penyelenggara pameran Indo Defence 2012 Expo yang di gelar hari ini (Rabu;07/11/2012) di PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat. Pameran yang diselenggarakan Departemen Pertahanan sepanjang tanggal 7 - 10 November mendatang, rencannya akan dibuka oleh Wakil Presiden Budiono.

Informasi yang disampaikan pihak penyelenggara, PT Nanindo, kalangan industri dalam negeri menginginkan lebih dari sekedar dari transfer teknologi dari negara asal. Seperti adanya pinjaman lunak baik dari perusahaan maupun badan keuangan luar dan dalam negeri. Transfer teknologi tanpa diimbangi dengan pendanaan yang kuat, maka tidak akan terlaksana dengan baik. Kalangan usaha meminta kementrian pertahanan, untuk memfasilitasi keingin para pengusaha industri dalam negeri.

Berdasarkan data yang diterima panitia penyelenggara pameran, sejumlah industri pertahanan dalam dan luar negeri telah mendaftarkan hadir dalam ajang pameran ini. Diantaranya PT.Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT. Pindad, PT. LEN, Lundin, Lockheed Martin, Damen Schelde Naval Shipbuilding, DSME, EADS, Team Australia, Russian Technologies, Bel Tech Export, SSM, Ukrspecexport, Rheinmetall.
Sumber :Kutipan IDB ( Indosiar)

Modersinsasi Alutsista, Doktrin Pertahanan Perlu Disesuaikan

JAKARTA-(IDB) : Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, doktrin pertahanan TNI tetap akan difokuskan untuk menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, meskipun TNI AD kini sudah diperkuat tank tempur utama berkemampuan ofensif Leopard.
“Doktrinnya untuk menjaga kedaulatan negara kita ini. Soal penempatan tank Leopard, nanti akan diserahkan kepada TNI AD dengan tetap berkoordinasi dengan Kemhan,” kata Purnomo, Selasa, saat ditanya soal rencana penempatan tank-tank tempur canggih itu.
Menhan mengatakan, saat ini baru dua tank yang datang untuk dipamerkan di Indo Defence yang akan dibuka Rabu (7/11/2012) di Jakarta International Expo, Kemayoran. “Kedatangan tank Leopard akan membuat tank kita menjadi komplit,” ujarnya.
Pengamat militer dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto sebelumnya mengatakan sudah saatnya Indonesia merumuskan ulang doktrin pertahanannya. Untuk kedatangan Leopard itu, Indonesia belum memiliki doktrin untuk tank berat. “Selama ini kita menggunakan doktrin infanteri. Tank hanya digunakan untuk membantu pasukan infanteri,” katanya. Doktrin kavaleri berat, kata dia, yang bisa bertempur mandiri juga harus dibentuk. Dengan rencana pembelian helikopter serang Apache, pemerintah juga harus mengubah doktrin.
Menurut Andi, saat ini tinggal Angkatan Darat yang belum memperkuat doktrin, sementara Angkatan Laut dan Udara dinilai sudah mapan dalam pembentukan doktrin. Kemudian, Kemhan juga harus mengembangkan doktrin gabungan ketiga matra agar senjata masing-masing angkatan bisa dikerahkan dalam operasi militer gabungan. “Senjata masing-masing angkatan itu harus bisa dikerahkan dalam satu operasi militer gabungan,” katanya.
Seperti diketahui, Indonesia sudah merevisi dua kali doktrin pertahanannya. Pertama saat era reformasi dimulai dan terakhir pada 2007. “Sekarang sedang direvisi. diharapkan segera diluncurkan karena revisinya sudah selesai,” kata Andi. Setelah revisi doktrin pertahanan selesai barulah dilakukan revisi doktrin angkatan dan diperkirakan semua doktrin selesai pada 2014 mendatang.
Sumber : Kutipan IDB ( Solopos)