INDONESIA KU

Alat Utama Sistem Senjata semua mantra Tentara Nasional Indonesia Menuju MEF (minimum essential forces)

Kamis, 08 November 2012

Berita Foto : TNI POLRI Amankan Pagelaran BDF


DENPASAR-(IDB) : Sejumlah anggota TNI Yonif Raider 900 anti teror mengatur barisan saat gelar pasukan pengamanan Bali Democracy Forum V di Nusa Dua, Bali, Senin (5/11). Bali Democracy Forum yang digelar 8-9 November 2012 itu pengamanannya melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur, terutama Paspampres, TNI dan Polri termasuk juga Pecalang atau anggota pengamanan adat. 



Sejumlah anggota Pecalang atau satuan pengaman adat Bali mengatur barisan saat gelar pasukan pengamanan Bali Democracy Forum V di Nusa Dua, Bali, Senin (5/11). Bali Democracy Forum yang digelar 8-9 November 2012 itu pengamanannya melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur, terutama Paspampres, TNI dan Polri termasuk juga Pecalang atau anggota pengamanan adat. 


Seorang anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) memeriksa senjatanya saat gelar pasukan pengamanan Bali Democracy Forum V di Nusa Dua, Bali, Senin (5/11). Bali Democracy Forum yang digelar 8-9 November 2012 itu pengamanannya melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur, terutama Paspampres, TNI dan Polri termasuk juga Pecalang atau anggota pengamanan adat. 


Sejumlah anggota TNI Yonif Raider 900 anti teror mengatur barisan saat gelar pasukan pengamanan Bali Democracy Forum V di Nusa Dua, Bali, Senin (5/11). Bali Democracy Forum yang digelar 8-9 November 2012 itu pengamanannya melibatkan ribuan personel dari berbagai unsur, terutama Paspampres, TNI dan Polri termasuk juga Pecalang atau anggota pengamanan adat.

Sumber : Antara

Indonesia Brazil Tandatangani MoU ToT MLRS Astros


JAKARTA-(IDB) : Di hari kedua penyelenggaraan Indo Defence 2012, Kamis (8/11) di Stand Pameran Kementerian Pertahanan RI dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama Transfer of Technology (ToT) dengan Pemerintah Brasil dan Pemerintah Jerman.
 
MoU pertama yang ditandatangani yakni ToT dalam rangka pengadaan Multi Launcher Rokcet System atau sistem peluncur roket jarak jauh dengan perusahaan Avibras Industria Aeroespacial Brazil. Technologi tersebut nantinya akan diberikan kepada pihak LAPAN, PT. Pindad, PT DI dan Bengpuspal TNI AD. Penandatanganan dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP dengan President Avibras Industria Aeroespacial Brasil Sami Josef Hassuani. MoU kerjasama ini merupakan implmentasi didalam proses Transfer Technologi dalam pembelian dari produk roket.
Sementara itu penandatanganan dengan pemerintah Jerman khususnya Rheinmetall AG Jerman terdapat dua bentuk, pertama, dalam hal pengadaan Medium Battle Tank untuk ukuran 30 ton dan Main Battle Tank (MBT) Leopard ukuran 60 ton serta tank pendukungnya. Kedua adalah MoU pelaksanaan ToT yang akan diberikan kepada PT. Pindad, Bengpuspal Ditpalad dan Bengpushub Dithubad.
Penandatanganan MoU yang dilakukan dengan Jerman tersebut merupakan langkah awal untuk hubungan yang lebih lama khususnya pengadaan Tank jenis MBT Leopard. Pemerintah Indonesia menginginkan jumlah MBT Leopard sekitar 2 Batalion Satuan, setingkat Leopard untuk Kavaleri TNI Angkatan Darat.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Kabaranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo, S.IP dengan Direktur Rheinmetall AG Jerman, Herald Westernman.
Sumber :Dikutip IDB / DMC

RI-Jerman Dalami Kerja Sama Pembuatan Tank Kelas Medium

Marder 1A3
Jakarta – Pemerintah Indonesia menjajaki kemungkinan melakukan kerja sama alih teknologi pembuatan tank medium dengan Jerman sebagai bagian dari pengadaan 100 unit tank tempur utama (MBT) Leopard.

Jika proses ini lancar, Indonesia ke depan bakal memproduksi tank medium merujuk pada Marder 1A3 milik Jerman. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Eris Herryanto mengatakan, pemerintah sekarang ini dalam proses pembicaraan agar bisa dilakukan kerja sama alih teknologi pembuatan tank medium Marder 1A3 dari Jerman. “Semua pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) ada transfer of technology (alih teknologi/ToT),” tandas Eris di Jakarta kemarin.

Meskipun sekarang ini Indonesia tidak sedang melakukan pembelian tank medium tersebut, proses alih teknologi tetap memungkinkan dilakukan. Hanya, hal itu bergantung proses pembicaraan antarkedua negara. “Ini masih proses. Itu nanti merupakan bagian dari pengadaan MBT Leopard,” katanya. Dia mengaku, pemerintah telah mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah Jerman agar hal tersebut disetujui.“ Kita masih akan bicarakan lagi ke mereka.Saya belum bisa menyampaikan keputusannya,” imbuh Eris.


Tank Medium Marder

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyatakan, pihaknya belum mengetahui rencana pemerintah tersebut. Namun, secara umum dia menyambut baik jika langkah alih teknologi pembuatan tank medium itu betul-betul bisa direalisasikan. Tubagus mengatakan, pihaknya akan menyetujui bilamana kerja sama yang dilakukan bisa memberikan keuntungan bagi badan usaha milik negara (BUMN) industri pertahanan. Apalagi dengan memproduksi tank medium, kebutuhan alutsista TNI ke depan tidak lagi bergantung pada asing. “Bisa juga untuk dijual. Ada nilai tambah ekonominya,” ujarnya.

Di samping itu, memproduksi tank medium juga akan menguntungkan dari segi strategi pertahanan sebab tank-tank jenis inilah yang sebenarnya sangat cocok untuk karakter geografis Indonesia. ● fefy dwi haryanto
Sumber : (Seputar Indonesia)

LM and PT CMI Teknologi Complete Radar Production Readiness Review

Mahasiswa pun sepertinya tak mau ketinggalan memamerkan produk militernya di pagelaran Indo Defence 2012, salah satunya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membawa pesawat tanpa awak (UAV) dan Roboboat yang didesain khusus untuk keperluan militer.

Dosen Muda Fakultas MIPA, Bahtiar Alldino kepada itoday, Rabu (9/11) mengatakan, UGM  sudah kesekian kalinya ikut Indo Defence.

"Ini bukan pertama kalinya UGM mengikuti ajang Indo Defence," ujarnya.

UGM sendiri membawa UAV Gama 1, Roboboat Safinah One yang diambil dari bahasa Arab, yang berarti 'kapal', prototipe roket, rompi anti peluru yang terbuat dari jerami dan electronic nouse (e-nouse) mendeteksu bau-bauan, bahkan bisa mendeteksi bahan peledak.

Dari sekian banyak produk yang dibawa, UGM menjagokan Roboboat yang dapat dikembangkan sebagai alat surveillance dan bisa meminimalisir ongkos operasional.

Bahtiar sendiri mengklaim jika Roboboat buatan UGM sudah dilirik berbagai instansi seperti TNI AL, TNI AD, dan pihak swasta.

Hal tersebut menunjukan pengembangan dari UGM khususnya Sumber Daya Manusia (SDM) tidak kalah dengan luar negeri. Hanya saja  masih terkendala alat, elektronik yang masih impor.

Bahtiar menambahkan, UGM akan melakukan pengembangan lebih jauh untuk Roboboat.

"Untuk pengembangan lebih jauh, ugm akan memperbesar volume kapal untuk memperbesar kapasitas," pungkasnya.

Selain UGM, masih ada beberapa universitas lainnya seperti Unikom, ITB dan lainnya yang ikut serta dalam pameran senjata dua tahunan ini.
ASD-(IDB) : Lockheed Martin [NYSE: LMT] and Indonesian technology firm PT CMI Teknologi (CMI) recently completed a production readiness review that qualifies CMI to begin in-country manufacturing for the TPS-77 and FPS-117 long-range surveillance radars.

Lockheed Martin and CMI are jointly pursuing the National Airspace Surveillance – Republic of Indonesia (NASRI) program, with the intent to produce more than 20 new radars to improve airspace surveillance, safety, and management over the Indonesian Archipelago in support of the government’s defense revitalization initiative.


“The success of the production readiness review shows that CMI’s workforce is ready to begin the assembly of radar row receivers, which is a major step in the qualification process,” said James Gribbon, Asia Pacific regional president for Lockheed Martin. “These are key assemblies in the solid-state design and L-band operation of these high-performing radars that are already operating in 25 countries around the world.” 


The production readiness review is the latest step in supporting the Indonesian government’s efforts to greatly enhance air sovereignty and surveillance over the country’s more than 17,000 islands, and to expand Indonesia’s industrial capabilities. Data feeds from the new network will also enhance civilian air traffic control, including commercial air traffic management, which is currently handled by radars in nearby Singapore.
PT CMI Teknologi of Bandung, Indonesia, is a small, privately owned technology company specializing in microwave design and manufacturing. The company currently holds contracts for the development and support of Indonesian military radar systems. Lockheed Martin signed a teaming agreement with CMI earlier this year and in August Lockheed Martin issued a subcontract to CMI to begin the qualification process in building radar row receivers.





Source : IDB / ASD

Pasmar-1 Gelar Kesiapan Material Dan Pasukan Latgab TNI 2012

Surabaya - Komandan Pasmar-1 Brigadir Jenderal TNI (Mar) R. Gatot Suprapto yang diwakili Komandan Resimen Kavaleri-1 Marinir Kolonel Marinir Sarjito selaku Komandan Pasukan Pendarat (Pasrat) melaksanakan inspeksi personel dan material Pasukan Pendarat yang terlibat dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI TH. 2012, di Kesatrian Marinir Supraptono, Semarung, Surabaya, Rabu (07/11).

Dalam amanatnya Danmenkav-1 Mar mengatakan, “sekarang sudah berlaku melaksanakan siaga operasi, kita mendapat suatu kehormatan untuk melaksanakan latihan operasi gabungan di daerah Kalimantan Timur, suatu kepercayaan yang diberikan kepada kita semua, laksanakan dengan baik, laksanakan dengan ikhlas, laksanakan dengan senang”, tegasnya.


Lebih lanjut Kolonel Marinir Sarjito menyampaikan untuk rencana operasi yang sudah saya berikan kepada Komandan Satuan bawah Pasrat agar disampaikan kepada seluruh anak buahnya, baik yang berupa latihan operasi, instruksi khusus, maupun instruksi lain yang bersifat tehnik.


Kegiatan Gelar Kesiapan Pasukan dan Material Pasmar-1 tersebut untuk mengecek kesiapan personel maupun material yang akan mengikuti Latihan Gabungan TNI tahun 2012 di Sangatta, Kalimantan Timur.


Dalam Latihan Gabungan TNI tahun 2012 ini, Pasmar-1 melibatkan 880 prajurit dan material tempur Korps Marinir, yaitu 5 unit Tank Amfibi, 20 unit BTR 50, 4 unit KAPA, 4 unit BVP-2, 2 unit Roket Multi Laras RM 70 Grad, dan 3 pucuk Howitzer 105 Mm. 


Sumber: Kutipan Garuda Meliter / © Kormar

Kapal Selam 'Mutan' Pesanan TNI AL

http://www.itoday.co.id/plugins/system/contentoptimizer/3bb0e3e5cb84d6cfa85afae454648beb26273d85_400x300_Q50.jpegJakarta - Informasi mengenai seperti apa bentuk kapal selam Indonesia yang dibeli dari Korea Selatan, Chang Bo Go (CBG) akhirnya mulai terlihat, walau masih berbentuk mock up.

DSME selaku pemenang kontrak pengadaan tiga kapal selam membawa replika kapal selam CBG U209-1400 yang merupakan pengembangan kapal selam CBG sebelumnya U209-1200 hasil lisensi perusahaan Jerman, HDW.

Menurut Assistant Engineer Naval & Special Ship Design Team/Submarine Machinery Design Group, Seung-Hoon Kim, kapal selam CBG baru ini akan lebih bagus kemampuannya dibanding dengan CBG varian sebelumnya yang dimiliki Korea Selatan.

"Varian terbaru ini memiliki Combat Management System (CMS) yang lebih bagus dari varian sebelumnya, sehingga lebih bagus secara keseluruhan, " jelas Kim kepada itoday, Kamis (8/11).

Menurut rumor yang beredar, CMS yang digunakan kapal selam CBG pesanan Indonesia ini menggunakan CMS yang sama dengan CMS kapal selam U214 milik Jerman. Jika rumor itu benar, maka CBG pesanan Indonesia akan menjadi kapal selam yang menakutkan di kawasan ASEAN.

Selain memiliki CMS baru, kapal selam ini juga memiliki kemampuan menembakan senjata rudal dari bawah air, seperti Sub Harpoon buatan Amerika Serikat dan C-Star buatan Korea Selatan.

Rencananya, pembelian kapal selam dari negeri ginseng ini akan melibatkan PT.PAL, dimana BUMN Strategis ini rencananya akan kevagian jatah untuk membuat satu kapal selam pesanan TNI AL, sebagai bagian dari kerjasama transfer of technology (ToT).

Sumber : Garuda Meliter

KCR 60 Produk Terbaru PAL

PT. PAL kembali mengeluarkan kapal perang baru, kali ini Fast Attack Craft Missile-Kapal Cepat Rudal (KCR-60), sebual kapal perang yang mampu membawa rudal.

Kepada itoday, Rabu (9/11), Manager Marketing Planning & Business Care PT. PAL, Didik Soebijantoro mengatakan, kapal perang ini masih tahap design, tetapi sudah di posisi pengadaan open LC.

"Untuk kontruksi belum dimulai, baru pemotongan baja," ujar Didik.

PTM PAL sendiri rencananya akan membuat kapal perang ini secara paralel, dan diperkirakan akhir tahun sudah mulai dibangun.

PAL meyakinkan, produknya kana lebih bagus ketimbang KCR-40, karen BUMN Srategis ini memiliki pengalaman membuat kapal perang FPB-57.

Tidak hanya itu, PAL mengkalim konsumsi bahan bakar KCR-60 lebih irit dari pada kapal sekelasnya, dengan kecepatan maksimal 28 knot.

"Kapal ini ampu bertahan di laut selama lima hari," jelas Didik.

Kapal yang terbuat baja dan steel aloy ini memiliki kandungan lokal sebanyak 50 persen dan desainnya murni dirancang oleh anak negeri.

Dengan kandungan lokal mencapai setengahnya, PAL memperkirakan harga jual kapal ini hanya Rp 125-an miliar diluar combat management system (CMS).
JAKARTA-(IDB) : PT. PAL kembali mengeluarkan kapal perang baru, kali ini Fast Attack Craft Missile-Kapal Cepat Rudal (KCR-60), sebual kapal perang yang mampu membawa rudal.

Kepada
itoday, Rabu (9/11), Manager Marketing Planning & Business Care PT. PAL, Didik Soebijantoro mengatakan, kapal perang ini masih tahap design, tetapi sudah di posisi pengadaan open LC.

"Untuk kontruksi belum dimulai, baru pemotongan baja," ujar Didik.


PT PAL sendiri rencananya akan membuat kapal perang ini secara paralel, dan diperkirakan akhir tahun sudah mulai dibangun.

PAL meyakinkan, produknya kana lebih bagus ketimbang KCR-40, karen BUMN Srategis ini memiliki pengalaman membuat kapal perang FPB-57.
 
 
Tidak hanya itu, PAL mengkalim konsumsi bahan bakar KCR-60 lebih irit dari pada kapal sekelasnya, dengan kecepatan maksimal 28 knot.

"Kapal ini ampu bertahan di laut selama lima hari," jelas Didik.


Kapal yang terbuat baja dan steel aloy ini memiliki kandungan lokal sebanyak 50 persen dan desainnya murni dirancang oleh anak negeri.


Dengan kandungan lokal mencapai setengahnya, PAL memperkirakan harga jual kapal ini hanya Rp 125-an miliar diluar combat management system (CMS).
 
 
 
 
Sumber : Indo Defence Blog