INDONESIA KU

Alat Utama Sistem Senjata semua mantra Tentara Nasional Indonesia Menuju MEF (minimum essential forces)

Selasa, 20 November 2012

ELANG KHATULISTIWA TERLIBAT LATGAB TNI 2012 DAN LATMA ELANG INDOPURA




JAKARTA-(IDB) :Selama lebih kurang tiga minggu kedepan langit biru bumi Khatulistiwa yang biasanya bergemuruh oleh suara pesawat Hawk 100/200 Elang Khatulistiwa Skadron Udara 1 akan terasa sepi. 

 Hal ini dikarenakan Elang Khatulistiwa mendukung dua Latihan sekaligus yaitu Latihan Gabungan TNI (Latgab TNI) dilaksanakan di Lanud Balikpapan dari tanggal 14 November s.d 25 November 2012 dan Latihan Bersama (Latma) Elang Indopura yang dilaksanakan di Lanud Rembiga dari tanggal 19 November s.d 1 Desember 2012, Rabu (14/11).

Tepat pukul 10.09 WIB pesawat pertama take off meninggalkan bumi Khatulistiwa disusul lima pesawat berturut-turut. Sedikitnya 61 personel Skadron Udara 1 dan enam pesawat tempur Hawk 100/200 ikut terlibat dalam latihan ini dan dipimpin langsung Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Radar Soeharsono. 

 Adapun pesawat yang digunakan adalah TT 0225 diawaki Lettu Pnb Dedi Andres, TL 0112 diawaki Letkol Pnb Radar Soeharsono dan Lettu Pnb Ari Nugroho Widodo, TT 0223 diawaki Lettu Pnb Ferdian Habibi, TT0231 Lettu Pnb Binggi Nobel dan TT 0234 yang diawaki Mayor Pnb Sidik Setiyono.

Sedangkan ground crew dan peralatan pendukung latihan diangkut oleh pesawat Hercules A-1323 yang dipiloti oleh Mayor Pnb Ronny dan A-1326 dipiloti Mayor Pnb Benny yang keduanya merupakan pesawat dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta.





Sumber : TNI AU

PASRAT 12.22 MARINIR LAKSANAKAN LATUM DI SELAT MAKASSAR




MAKASSAR-(IDB) :Pasrat 12.2.2 melaksanakan Latum ( latihan umum ) yg di pimpin langsung oleh Komandan Pasukan Pendarat (Pasrat) Kolonel Marinir Sardjito di KRI Teluk Banten-516 yang sedang dalam pelayaran diperairan Selat Makassar, Rabu, (14/11).

Latihan umum ini gelar dalam rangka mempersiapkan seluruh alutsista dan seluruh personel yang terlibat dalam pendaratan amphibi di pantai Sekerat, Sanggatta, Kalimatan Timur, dalam latihan umum tersebut seluruh unsur dilibatkan mulai dari sekoci / LCVP, BMP-3F dan BTR-50, selain itu para prajurit Korps Marinir juga berlatih naik turun jaring dari KRI Teluk Banten menuju sekoci.


Komandan Pasrat 12.2.2 berharap dengan dilaksanakan driil pendaratan ini seluruh personel dan material benar - benar siap akan tugas pokoknya dalam pendaratan amphibi yaitu untuk mengusai atau merebut tumpuan musuh yg berada di pantai Sangatta, selanjutnya orang pertama di Pasrat 12.2.2 berpesan kepada seluruh personel agar selalu menyiapkan fisik dan mental untuk melaksanakan pendaratan amphibi. 

Dalam latihan umum di KRI Teluk Banten-516, disaksikan langsung oleh unsur-unsur pimpinan Kogasgabfib 12.2 diantaranya Kolonel Marinir Hery, Letkol Marinir Wira R. Gantoro, Letkol Marinir Sri Sulistyo beserta pejabat tinggi yang tergabung dalam komando latihan Gabungan TNI 2012.





Sumber : Kormar

BRASIL PERSIAPKAN PELATIHAN PERSONEL TNI




Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin saat memimpin delegasi Kemhan melakulan pertemuan dengan Kemhan Brasil yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Bersenjata Brasil.Jenderal Jose Carlos de Nardi di Brasilia.
BRASILIA-(IDB) : Pimpinan tentara Brasil menyetujui untuk memberi pelatihan kepada personel TNI, terutama dalam meningkatkan kemampuan penggunaan senjata. Hal itu terkait antara lain dengam pembelian pesawat Super Tucano dan roket Astros buatan Brasil.


Kesediaan tukarantar prajurit itu disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Brasil, Jenderal Jose Carlos de Nardi, menanggapi permintaan Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, dalam pertemuan di Brasilia, Brasil, Senin (12/11/2012) lalu.

Wartawan KompasSubhan SD, melaporkan dari Brasil, sepekan ini Sjafrie melakukan kunjungan kerja ke Brasil, untuk membicarakan pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Brasil.





Dalam pertemuan di Kementerian PertahananBrasil di ibu kota Brasilia, Sjafrie didampingi Kepala Staf AD Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo. Selain itu, Dubes RI untuk Brasil Sudaryomo Hartosudarmo, serta Kepala Badan Diklat Kemhan Mayjen TNI Suwarno, Kelapa Badan Sarana Pertahanan Mayjen TNI Ediwan Prabowo.


"Saat ini juga saya mengundang para perwira artileri TNI untuk belajar mengoperasikan (roket) Astros. Kirim dua orang ke sini, maka kami alan kirim dua orang ke sana (Indonesia)," kata Jenderal Jose Carlos de Nardi.




Sumber : Kompas

INDONESIA DITUNTUT MILIKI KEKUATAN UDARA BESAR DAN HANDAL



JAKARTA-(IDB) :Untuk melindungi seluruh wilayah Indonesia menuntut tersedianya kekuatan yang cukup besar dan handal, namun disisi kemampuan pemerintah serta prioritas pembangunan nasional belum memungkinkan untuk menyediakan tambahan anggaran.  

Hal tersebut dikatakan Komandan Skadron Udara 45 Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Pnb Muzafar, S. Sos.,MM. pada acara HUT ke-1 Skadron Udara 45 lanud Halim Perdanakusuma baru-baru ini dalam suatu upacara militer di Hanggar Skadron Udara 45, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (13/11/2012).
 
Lebih lanjut dikatakan, dalam kenyataannya harus kita hayati secara sungguh-sungguh dan oleh karenanya program pembinaan dan pembangunan TNI AU akan terus dilanjutkan sesuai kemampuan, dengan tetap harus diupayakan agar dengan kekuatan yang terbatas dapat dihasilkan kesiapan operasional yang optimal.

Untuk itulah HUT Skadron Udara 45 kali ini hendaknya tidak hanya sekedar diperingati sebagai suatu tonggak sejarah, namun kita dapat menemukan makna dan hikmahnya yang selanjutnya akan melandasi kiprah pengabdian Skadron Udara 45 dalam menghadapi tugas-tugas dimasa depan.

Upacara tersebut diikuti seluruh anggota Skadron Udara 45 dan sebagai acara tambahan diresmikan Mushalla Skadron Udara 45 yang ditandai dengan pemotongan pita.

Keterangan gambar: Komandan Skadron Udara 45 Letkol Pnb Muzafar, S. Sos.,MM. Saat memberikan piagam penghargaan kepada prajurit yang berprestasi pada HUT Skadron Udara 45 yang ke-1 di hangar Skadron Udara 45 Lanud Halim, Jakarta.




Sumber : Potret

KSAL : KEAMANAN MARITIM DIPERKETAT





JAKARTA-(IDB) :Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengatakan keamanan maritim terus diperketat mengingat estimasi ancaman semakin meningkat, bahkan kawasan Asia Pasifik sedang menjadi fokus perhatian dunia, khususnya terkait perlindungan jalur komunikasi dan perdagangan laut.

"Sebagai antisipasinya, kami akan melakukan pengerahan kekuatan militer hingga jauh di luar teritorial untuk mengamankan jalur perekonomian dan armadanya," kata Soeparno saat membuka Seminar Maritime Security 2012 di Jakarta, Selasa.

Seminar bertemakan "Membangun Kesadaran Keamanan Maritim Berlandaskan Kepentingan Nasional Guna Menciptakan Keamanan Nasional yang Terintegrasi dalam rangka Menyukseskan Pembangunan Nasional".

Indonesian National Shipowners Association (INSA) mendata, perompakan kapak di kawasan Asia meningkat pada 2010 sebanyak 164 kasus, sementara 2009 sebanyak 102 kasus.

Peningkatan perompakan di Asia Tenggara menjadi yang tertinggi dengan jumlah 72 perompakan pada 2009, sementara pada 2010 meningkat menjadi 119 perompakan.

Sementara di Asia Selatan pada 2009 sebanyak 29 kasus, namun pada 2010 meningkat menjadi 44 kasus.

Sebagian besar wilayah maritim Asi` Tenggara merupakan wilayah kedaulatan Indonesia. "Ini merupakan modal dasar bagi Indonesia untuk memosisikan diri sebagai pengendali berbagai aktivitas kemaritiman di kawasan ini," katanya.

Indonesia juga akan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara tetangga untuk menanggulangi persoalan keamanan maritim di masa mendatang.

"Kami akan merumuskan kerja sama strategis seluruh komponen maritim dalam menghadapi identifikasi tantangan keamanan maritim di masa depan," jelas Soeparno.

Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto mengatakan peristiwa pembajakan tidak hanya terjadi di kawasan Asia, melainkan di Teluk Eden, Samudera Hindia.

"Peristiwa pembajakan lebih banyak lagi. Total ada 406 kasus pembajakan yang terjadi pada 2009, sementara pada 2010, meningkat menjadi 445 kasus," ujarnya.

INSA juga mencatat Selat Malaka dan perairan Riau merupakan perairan paling rawan perompakan di Asia Tenggara. Di dua kawasan itu juga penyelundupan kerap terjadi. Tingkat kerawanannya bahkan hampir menyamai perompakan di Teluk Eden, Teluk Somalia, Nigeria, dan Tanzania di benua Afrika.





Sumber : Antara

ANALISIS : MENYEIMBANGKAN SUMATERA




ANALISIS-(IDB) : Pagar pertahanan RI di wilayah barat yang bersinggungan dengan 4 negara (Malaysia, Singapura, Thailand dan India) sudah pasti Sumatera, meski batas teritorinya laut.  Secara geografi Sumatera lebih panjang dari semenanjung Malaysia dan Singapura, jumlah penduduknya pun setara dengan jirannya, kulturnya pun setali tiga uang.  Dari sudut pandang militer negeri seberang utara selat Malaka itu Singapura dan Malaysia  menyimpan kekuatan militer utama untuk pertahanan negaranya.  Singapura jika melakukan serangan udara ke Sumatera, akan banyak obyek vital yang mampu dilumatnya meski belum berarti dia akan memenangkan pertempuran

Berandai-andai tentang skema pertahanan pulau maka Sumatera yang bertetangga satu erte dengan dua rumah sebelah seyogyanyalah  perlu didandani dengan polesan sejumlah alutsista baru berkualifikasi gebuk dulu. Memang Sumatera bukanlah jantung Indonesia, dia hanya salah satu organ NKRI.  Tetapi untuk memberikan rasa segan pada rumah sebelah agar tidak bermain api dengan tetangganya, sekaligus sebagai pemecah perhatian lawan jika terjadi konflik militer, maka sebagai pulau yang terdepan kekuatan alutsista layak diperkuat.

Debarkasi pasukan dalam latihan brigade TNI AD di Baturaja
Menyeimbangkan pulau terdepan ini perspektifnya adalah memberikan kekuatan yang paling tidak mendekati kekuatan negeri seberang selat Malaka. Itu sebabnya penempatan 1 skuadron jet tempur F16 di Pekanbaru untuk menemani 1 skuadron Hawk 100/200 merupakan langkah tepat karena mampu memberikan kekuatan tambahan meski belum sama sekali “mendekati” kekuatan lawan. Tetapi juga harus diingat lawan yang dihadapi berada pada geografi utamanya alias pusat komando militer, tentu mereka harus lebih kuat.

Malaysia menempatkan skuadron tempur utamanya di Semenanjung seperti F18 Hornet, Mig 29 dan Sukhoi.  Demikian juga dengan Singapura karena negerinya memang cuma punya pulau itu tok. Meski Singapura punya banyak jet tempur mutakhir, tidak semuanya ada di negeri pulau itu.  Sebagian ditransmigrasikan ke AS, Thailand, Australia dan Taiwan karena negeri Temasek ini punya handikap yang cukup menyesakkan, kurangnya ruang udara untuk berlatih di wilayah sendiri.

Secara kuantitatif dan kualitatif menempatkan 2 skuadron jet tempur Hawk dan F16 di Sumatra belum memberikan kesan gahar tetapi dalam gelar kekuatan skuadron udara untuk kegiatan patroli udara dinilai cukup memadai.  Namun ke depan  tetap perlu ada penambahan minimal 1 skuadron udara intersep pemukul yang fungsinya juga untuk memayungi Jakarta dari serangan udara yang muncul dari horizon barat laut. Dilhat dari ruang jelajah yang proporsional mencakup seluruh Sumatera dan Laut Cina Selatan, maka menempatkan 1 skuadron Sukhoi SU30 (atau SU35) di Belitung adalah kebijakan jernih yang sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.  Maksudnya Jakarta tercover, Sumatera sampai Sabang dipayungi, ALKI satu termonitor, Natuna pun ada dalam jangkauan.  Posisi penempatan skuadron Sukhoi ini diyakini memberikan efek getar dan gentar bagi negara tetangga.
Seandainya ini yang digelar, dijamin gentar tuh
Sumatera yang memiliki  3 Kodam dirasa cukup untuk mengamankan teritori darat yang memanjang itu.  Tetapi tentu yang perlu dicermati adalah koordinasi 3 Kodam ketika menghadapi kondisi darurat perang dan harus berjuang duluan misalnya ketika konfrontasi dengan Malaysia.  Musuh terbesar Sumatera jika terjadi konflik dengan 2 jiran itu adalah serangan udara.  Sementara serangan pantai untuk ofensif pasukan tetangga diyakini tidak terjadi karena 2 jiran itu tak memiliki kemampuan serangan laut ke pantai seperti yang dimiliki Marinir Indonesia.

Oleh karena itu mobilisasi pasukan di pulau itu harus di dukung alutsista bernilai pre emptive tinggi misalnya ketika menghadapi serangan udara jet tempur Sukhoi Malaysia. Sumatera harus diperkuat dengan satuan rudal darat ke udara jarak menengah, tidak lagi mengandalkan rudal jarak pendek seperti yang dimiliki saat ini.  Demikian juga dengan penempatan satuan rudal darat ke darat di lokasi paling dekat dengan negeri seberang. Evaluasi latihan setingkat brigade yang dilakukan beberapa waktu yang lalu di Baturaja Sumsel dengan mendatangkan ratusan alutsista berat dari Jawa memberikan kesan beratnya situasi tempur dan waktu yang diperlukan ketika menyeberangkan ratusan alutsista dari Jawa ke Lampung.

Itulah sebabnya menurut hemat kita Sumatera harus mempunya kekuatan pukul organik yang lebih menggigit sebelum datang bala bantuan dari pulau lain utamanya Jawa.  Pekanbaru, Dumai, Batam dan Medan minimal harus memiliki satuan rudal darat ke udara jarak menengah untuk mengawal obyek vital di wilayah itu.  Untuk menambah kekuatan pre emptive tentu sangat dimungkinkan melakukan penempatan rudal darat ke darat di Bengkalis, Karimun, Batam dan Bintan.  Menempatkan satuan rudal darat ke darat ini bukan sesuatu yang nisbi loh.  Kita saat ini dalam tahapan menuju kepememilikan teknologi rudal jarak jangkau 300 km.  Lha kalau sudah punya teknologinya masak rudalnya ditempatkan di Jawa.  So pasti ruang kesatriannya ada di wilayah border semacam Sumatera dan Kalimantan.

Dalam kondisi damai seperti saat ini, menyeimbangkan kekuatan militer di Sumatera merupakan langkah terukur bernilai sunnah muakkad karena ini juga bagian dari strategi untuk memecah konsentrasi lawan agar berhati-hati dengan Sumatera.  Gelar kekuatan darat dengan kekuatan rudal arhanud jarak sedang, angkatan laut dengan satuan kapal cepat rudal yang disebar di selat Malaka dan sebaran skuadron tempur Hawk, F16 dan Sukhoi merupakan strategi pertahanan lapis yang perlu disandangkan di bumi Andalas.

Setidaknya dalam pola pertahanan berlapis, memperkuat Sumatera dengan sejumlah alutsista gebuk dulu akan memberikan kekuatan penyeimbang sekaligus rasa segan bagi pihak lawan untuk berhitung ulang ketika mau memulai konfrontasi.  Menumpuk alutsista di Jawa memberikan kesan seakan-akan hanya Jawa yang hendak dipertahankan. Oleh sebab itu gelar kekuatan milter strategi pertahanan berlapis dengan menyeimbangkan kekuatan alutsista di perbatasan dengan jantung Indonesia perlu dikembangkan. 

Menempatkan sejumlah alutsista pukul duluan di Sumatera merupakan bagian dari strategi reaksi cepat itu sendiri karena alutsistanya sudah ada.  Tidak nunggu dulu, dipukul bonyok baru datang bantuan pasukan pemukul dari Jawa, saake tenan rek.  Jernihnya, kita tidak ingin bermusuhan dan memulai konfrontasi dengan negara tetangga tetapi sekaligus tidak ingin dianggap remeh apalagi dilecehkan dengan mereka.   Kehadiran sejumlah alutsista gebuk dulu di sepanjang perbatasan Sumatera dengan negara jiran adalah dalam rangka itu, anda sopan kami segan, anda injak kami pijak !


Sumber :Kutipan Indo Defense Blog ( Analisis )

HUT KE-1 SKADRON UDARA 45 TNI-AU



JAKARTA-(IDB) :Untuk melindungi seluruh wilayah Indonesia menuntut tersedianya kekuatan yang cukup besar dan handal, namun disisi kemampuan pemerintah serta prioritas pembangunan nasional belum memungkinkan untuk menyediakan tambahan anggaran”.   

Hal tersebut dikatakan Komandan Skadron Udara 45 Lanud Halim Perdanakusuma Letkol Pnb Muzafar, S. Sos.,MM. pada acara HUT ke-1 Skadron Udara 45 lanud Halim Perdanakusuma baru-baru ini dalam suatu upacara militer di Hanggar Skadron Udara 45, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.


 
Lebih lanjut dikatakan, dalam kenyataannya harus kita hayati secara sungguh-sungguh dan oleh karenanya program pembinaan dan pembangunan TNI AU akan terus dilanjutkan sesuai kemampuan, dengan tetap harus diupayakan agar dengan kekuatan yang terbatas dapat dihasilkan kesiapan operasional yang optimal.

Untuk itulah HUT Skadron Udara 45 kali ini hendaknya tidak hanya sekedar diperingati sebagai suatu tonggak sejarah, namun kita dapat menemukan makna dan hikmahnya yang selanjutnya akan melandasi kiprah pengabdian Skadron Udara 45 dalam menghadapi tugas-tugas dimasa depan.


Upacara tersebut diikuti seluruh anggota Skadron Udara 45 dan sebagai acara tambahan diresmikan Mushalla Skadron Udara 45 yang ditandai dengan pemotongan pita.

Sumber : ARC