INDONESIA KU

Alat Utama Sistem Senjata semua mantra Tentara Nasional Indonesia Menuju MEF (minimum essential forces)

Senin, 08 Oktober 2012

Gelar Pasukan Latihan Armada Jaya XXXI/2012 di Surabaya

armabar-sub
Surabaya - Gelar kesiapan pasukan dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012 dilaksanakan Oleh Kepala Staf Angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dengan kegiatan Inspeksi kesiapan material,personel pasukan pendarat marinir dan dukungan logistik di Pangkalan Angkatan laut Ujung Surabaya.

Usai gelar pasukan tersebut, Pangkalan Angkatan laut Ujung Surabaya mendapat serangan bahaya udara yang disimulasikan dengan melintasnya pesawat tempur musuh melaksnakan pengeboman dan penembakan kearah Kapal perang yang sedang melaksanakan kesiapan dan embarkasi pasukan pendarat di pangkalan aju Surabaya. Kesiapan KRI dengan persenjatan yang dimiliki mampu  menembak dan melumpuhkan pesawat udara musuh.

Bahaya serangan Udara dari pesawat musuh tersebut disimulasikan oleh beberapa pesawat Cassa TNI AL yang terbang melintas di atas dermaga pangkalan angkatan Laut Ujung Surabaya dengan disaksikan Kasal  Laksamana TNI Soeparno dan para pejabat teras Mabesal dan para pejabat Panglima Komando Utama TNI AL.

Dalam serangan Udara Musuh yang secara mendadak tersebut berhasil merusak beberapa fasilitas  pangkalan dan jatuhnya beberapa korban yang menderita luka-luka di KRI Banjarmasin -592 yang didalamnya onboard Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi yang dijabat oleh Pangarmabar Laksda TNI Sadiman, S.E beserta staf  Kogasgabfib yang tergabung dalam latihan Armada Jaya XXXI/2012.


Lanjutnya korban yang luka-luka dilaksanakan evakuasi medis oleh Tim Kesehatan latihan dengan menggunakan Ambulans Rumah Sakit dan ada korban yang di evakuasi dengan mengunakan Helly BO 105 menuju Rumah Sakit Angkatan laut Ramelan Surabaya untuk menjalani tindakan medis lanjutan.


Sementara itu di Dermaga Pangkalan angkatan laut, 2 kapal laut pemadam kebakaran dan  beberapa kendaraan PMK Pangkalan Angkatan laut (Lantamal) V Surabaya  melaksanakan simulasi pemadaman kebakaran yang terjadi akibat penembakan dan pengeboman yang mengenai beberapa fasilitas gedung dan dermaga di Ujung Surabaya.


Kegiatan selanjutnya dilaksanakan embarkasi pasukan dan kendaraan tempur pasukan pendarat Marinir di sejumlah KRI jenis Angkut pasukan KRI Teluk Mandar -514, KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Sampit -515, KRI Celukan Bawang-532, KRI Teluk Sibolga-536 dan kapal markas KRI Banjarmasin-592. Sedangkan selama kegiatan embarkasi berlangsung dilaksanakan kegiatan pertahanan pangkalan yang dilaksanakan oleh Satuan Pertahanan Pangkalan Angkatan laut (Lantamal).


Selama berada di pangkalan Aju seluruh Unsur KRI yang tergabung d Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasfib) yang sandar di dermada dan lego jangkar di ujung Surabaya melaksanakan kegiatan Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA).

(dispen koarmabar/syamsir)

Teks Gbr- Tim medis melaksanakan simulasi evakuasi korban dari KRI  Banjarmasin -592 menuju Helly disaksikan oleh Kasal Laksamana TNI Soeparno didampingi Pejabat teras mabesal dan Pangkotama TNI AL dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012  di  dermaga Ujung Surabaya. Petugas dua kapal pemadam kebakaran dan beberapa PMK Lantamal V melaksanakan pemadaman kebakaran fasilitas dermaga yang disimulasikan mendapat serangan  udara di Pangkalan Ujung Surabaya.(dispen Koarmabar)

 Berikut Foto Marinir Di Surabaya

Sedikitnya 1.837 prajurit Korps Marinir terlibat dalam operasi amfibi atau pendaratan amfibi yang bersandikan 'Armada Jaya XXXI/2012' di Sangatta, Kalimantan Timur, 9 - 22 Oktober 2012. Gelar kesiapan prajurit Korps Marinir yang dihadiri Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington tersebut diinspeksi secara langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno.


Prajurit Marinir gelar kesiapan latihan Armada Jaya XXXI/2012 di dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya.
Persenjataan yang akan digunakan untuk latihan juga dihadirkan dalam apel kesiapan di dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya.
Latihan operasi amfibi atau pendaratan amfibi tersebut akan diikuti 1.837 prajurit.
Selain melibatkan 1.837 personel, Marinir juga melibatkan 105 material tempur, seperti tank amfibi PT 76, BMP-3F, LVT-7, BTR-50, BVP-2, KAPA, roket multi laras RM 70 grad, meriam howitzer 105 mm, perahu karet, ambulans, komob, dan truck liaz.
Jejeran tank amfibi yang akan dilibatkan dalam latihan operasi amfibi atau pendaratan amfibi yang bersandikan Armada Jaya XXXI/2012.
Prajurit Marinir mengikuti apel kesiapan latihan operasi amfibi atau pendaratan amfibi yang bersandikan Armada Jaya XXXI/2012.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno memeriksa persenjataan yang akan digunakan untuk latihan.
  Sumber: Poskota, Detik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar